Bisnis Palugada ( Apa yang lu perlu, gua ada )

photo

 

Bisnis Palugada

Apa itu palugada? Apa yang lu perlu, gua ada. Alias segala macem dijual.

Ada yang butuh tas, anda jual tas. Ada yang butuh sepatu, anda jualan sepatu. Ada yang butuh tiket, anda jualan tiket. Sampai – sampai┬álagi ramai keripik pedas, anda ikut – ikutan jualan keripik pedas. Dengan harapan banyak pembeli. Begitukah?

Anda mengira hal itu bisa meningkatkan penjualan dan berdampak kepada omset. Begitukah?

Padahal, dengan menjual segala macem, penjualan malah semakin sulit dan omset juga tak kunjung naik.

Apa yang salah?

Karena otak anda tak akan fokus mengerjakan banyak hal dalam 1 waktu. Pada saat bersamaan anda memikirkan bagaimana caranya, tas laku, sepatu laku, tiket laku dan keripik peda pun laku. Repot. Nanti yang ada malah gak laku – laku.

Dan coba anda sadari. Orang itu mau beli sesuatu pasti ke ahlinya. Mau beli sepatu? Ya ke toko sepatu. Mau beli kaos? Ya ke toko kaos.

Jika nama toko anda dan brand yang anda bangun bagus, maka toko anda akan menjadi TOP OF MIND. bagi konsumen. Melekat dipikiran mereka.

Seperti contohnya, saat optik hebat sudah melekat pada otak seseorang, maka pada saat dia butuh kacamata, ingatnya langsung ke >> Optik Hebat.

Itulah teknik yang juga saya pakai. Fokus di 1 jenis produk dengan nama yang PAS.

Maka sekarang, coba anda fokuskan pada 1 jenis produk. Kerahkan ide, kreatifitas, modal, tenaga anda untuk mensukseskan 1 jenis produk. Supaya tidak jenuh, anda boleh tambah varian produk yang sejenis.

Jika anda fokus di 1 jenis produk, membesarkannya sampai pada tahap TOP OF MIND, orng saat butuh sesuatu, ingat ke >> toko anda, siap – siap omset toko anda meledak gak karuan..

Setelah 3 – 5 tahun berjalan dan omset minimal 100 Juta, barulah anda boleh buka bisnis lain. itupun dengan berbeda toko. Buka lagi toko yang baru. Jadi diaduk jadi seperti gado – gado.

Bagaimana dengan LAZADA yang menjual segala macam? Nah itu pengecualian. Kalo anda au, silahkan buat MALL ONLINE yang benar – benar besar. Dan tentu biayanya ratusan milyar.

 

Sekian,

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

Fahmi Hakim